Tuesday, March 1, 2016

, , , , ,

Melatih anak kita untuk disiplin

Dokter Anak




Melatih anak untuk disiplin bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan membiasakan sarapan pagi. Anak bisa mulai disiplin bila dilatih dengan jadwal yang sudah tersusun rapi mulai dari bangun sampai berangkat sekolah.

Psikolog keluarga Roslina Verauli, MPsi. Psi, yang akrab disapa Vera mengatakan pada momen sarapan pagi banyak aspek kehidupan mulai dari biologis, stimulasi, dan psikososial yang bisa terpenuhi. Oleh karena itu sangat disayangkan bila keluarga tak terbiasa melakukan sarapan.

"Ada banyak hal yang bisa ditanamkan saat sarapan. Disiplin misalnya 'hai udah jam 6 kita harus sudah kumpul di meja ini', itu disiplin. Anak datang sendiri, terus ambil makanan sesuai porsinya tidak kelebihan, terus dihabiskan," kata Vera pada acara Bulan Sarapan Sempurna.

Vera menambahkan dengan meniru kebiasaan orang tua ditambah dengan interaksi yang terjadi saat sarapan maka anak juga akan mampu meningkatkan wawasannya. Sebagai contoh ayah atau ibu bisa saja menjawab atau menerangkan sesuatu dari unek-unek pertanyaan anak sambil menyantap hidangan.

"Proses edukasi itu terjadi di pagi hari di meja makan. Diskusi hal-hal yang umum sehingga pengetahuan anak bisa bertambah," kata Vera.

Sarapan sendiri juga memenuhi kebutuhan karbohidrat otak sehingga anak bisa lebih fokus menyerap pelajaran baik di rumah maupun sekolah.

smbr:detik

dranak.com
#dokteranak
, , , , , , ,

Tanda-Tanda Penyakit Obstructive Sleep Apnea Syndrome Pada Anak

Dokter Anak




Anak yang terdengar mendengkur saat tidur mungkin dianggap lucu. Namun jika dengkurannya sering terjadi atau terlalu keras, maka bisa jadi itu adalah gejala masalah kesehatan yang lebih serius, seperti Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS).

OSAS adalah suatu sindrom obstruksi total atau sebagian jalan napas yang menyebabkan gangguan fisiologis yang bermakna dengan dampak klinis yang bervariasi. Gejala OSAS pada anak berbeda dengan dewasa, yakni kesulitan bernapas saat tidur, mendengkur, hiperaktif, mengantuk pada siang hari dan kadang-kadang mengompol. 

Sayangnya, studi terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of Laryngology & Otology menunjukkan bahwa ketika anak mendengkur saat tidur, orang tua justru tak menganggapnya sebagai masalah dan enggan memeriksakan kondisi anaknya ke dokter. 

"Anak-anak yang selalu mendengkur biasanya mengalami penurunan kualitas hidup. Secara khusus, ini berlaku untuk anak-anak yang memiliki sleep apnea. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua tidak mencari tahu penyebab dengkuran pada anak, padahal ini penting untuk diketahui," tutur pemimpin studi ini, Dr Gunnhildur Gudnadottir, dari University of Gothenburg, seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (1/3/2016).

Menurut Gudnadottir, penelitian sebelumnya di tahun 2012 menyebutkan bahwa masalah terkait tidur banyak terjadi pada anak-anak dan remaja, namun diagnosis seperti OSAS dan gangguan tidur lainnya masih sering tidak terdiagnosis dan terobati.

Padahal selain berkurangnya waktu tidur, apnea pada anak-anak juga memiliki keterkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti sulit bernapas dan masalah perilaku. Tak sedikit anak yang kemudian trauma dan stres. Pada akhirnya, kondisi ini akan memengaruhi kehidupan sosial anak.

Sebagian besar kasus OSAS sebenarnya bisa diobati, misalnya dengan operasi untuk mengangkat amandel (salah satu penyebab umumnya), penurunan berat badan (obesitas sering memperburuk sleep apnea), atau dengan obat-obatan. Namun tanpa dukungan dan kesadaran dari orang tua, pengobatan untuk anak seperti ini seringkali terlewatkan. 

smbr:detik

dranak.com
#dokteranak

Berita Dokter Anak

Powered by Blogger.