Selasa, 21 Oktober 2014

, , , , ,

Anak Sulit Makan

Dokter Anak



“Kenapa anak saya kurus? Apa yang harus saya lakukan supaya dia bisa gemuk?” Apakah pertanyaan ini pernah terbesit di pikiran anda?

Orangtua saat ini lebih menginginkan anaknya gemuk dibandingkan kurus. Padahal tidak semua yang gemuk itu sehat dan tidak semua yang kurus itu tidak sehat. Namun sudah menjadi stigma di masyarakat kalau anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Anggapan ini belum tentu benar. Jika kita cermati lagi, anak kurus yang dimaksud oleh orangtuanya itu seperti apa?

Kalau dibandingkan dengan anak lain yang jauh lebih gemuk, tentu saja anaknya akan terlihat lebih kurus. Tapi perlu diingatkan, anak yang kurus juga bisa berarti kurang gizi. Seorang anak disebut bergizi kurang bila berat badan berdasarkan umurnya kurang dari 80% atau berat badan berdasarkan tinggi badannya kurang dari 90%.

Orangtua dapat melihat apakah pertumbuhan anaknya mengikuti jalur yang benar dengan menggunakan kurva pertumbuhan berat badan yang ada di KMS (Kartu Menuju Sehat) atau kartu berobat lain.

Jadi bila anak kita kurus namun bergizi baik, hal ini tidak perlu dirisaukan oleh orangtua, karena yang penting adalah anak kita sehat. Tapi tetap saja banyak orangtua yang lebih menginginkan anaknya gemuk. Jadi bagaimana menyiasati anak kurus ?

Sebelum melakukan hal-hal berikut ini, perlu diperhatikan kesehatan anak anda. Kadangkala bila anak sering sakit, memang pertumbuhannya agak terhambat, karena ia jadi membutuhkan lebih banyak energi untuk tumbuh normal, dan untuk proses penyembuhan sakitnya itu.

Selain itu pada anak yang sakit, biasanya nafsu makannya akan menurun. Bila anak sering sakit, ada baiknya periksa ke dokter anak, sebab bisa jadi ada proses yang sifatnya kronis, atau bisa juga ada masalah lain yang belum diketahui, misalnya ada suatu infeksi.
Beberapa hal yang dapat dilakukan agar si kecil mau makan, antara lain:
  1. Mengurangi cemilan yang membuat anak kenyang
Jangan biarkan anak terlalu sering jajan di luar makanan utama karena dapat menyebabkan anak kenyang. Jika terlalu sering jajan, dia tidak akan merasa lapar saat tiba saatnya makan, selain itu cakupan gizi dalam jajanan tersebut belum tentu mencukupi kebutuhan anak.
  1. Buat suasana makan yang menyenangkan bagi anak
Sajikan makanan yang cukup bervariasi kepada anak sehingga anak tidak bosan. Buatlah suasana yang menimbulkan anggapan bahwa makan adalah sesuatu yang menyenangkan. Jangan cepat menyerah jika anak tidak menyukai makanan yang kita tawarkan. Coba ulangi lagi dengan suasana yang berbeda.
  1. Tambahkan susu secukupnya
Jangan berikan susu pada anak dalam jumlah berlebihan. Cukup 2-3 gelas susu sehari. Jumlah susu yang berlebihan akan menyebabkan anak kekenyangan sehingga anak tidak mau makan lagi.

smbr"klikdokter

dranak.com
, , , , , , ,

Hal Penting Ketika Memberikan Anak Susu Formula

Dokter Anak



Semua ibu tentu mengerti bahwa ASI adalah pilihan terbaik bagi bayinya. Kandungan gizi di dalamnya sempurna dan tidak tertandingi untuk tumbuh kembang sang bayi. Tapi nyatanya, tidak semua ibu bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan karena berbagai keadaan dan kondisi. Hal ini mengharuskan mereka untuk mencari pengganti ASI untuk memenuhi gizi bagi perkembangan dan pertumbuhan bayinya.
Acapkali susu formula dijadikan pengganti untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, dimana sangat dianjurkan sebelum pemberian susu formula ke bayi wajib konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Selain kandungan gizi dan nutrisinya mirip dengan ASI, susu formula juga bisa berfungsi sebagai tambahan atau pendamping ASI.
Simak beberapa tips dalam memberikan susu formula yang aman bagi bayi:

Simak beberapa tips dalam memberikan susu formula yang aman bagi bayi:
1. Jangan Paksa Bayi
Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan susu di dalam botol. Beri susu formula ketika bayi menunjukkan gejala lapar dan berhenti ketika ia sudah kenyang. Kebanyakan bayi akan meminum susu formula sekitar 60ml atau 90ml setiap 1 hingga 3 jam setiap hari.
2. Cermati dan Kritis
Baca dengan cermat instruksi di label kemasan untuk mengetahui jumlah air yang pas. Kurang air akan berdampak pada dehidrasi atau diare.
3. Hindari Penggunaan Air Terlampau Banyak
Jangan pula terlalu banyak menambahkan air ke dalam susu formula. Karena dikhawatirkan dapat mengurangi kandungan nutrisi yang ada dalam kadar yang dibutuhkan.
4. Teliti Posisi Bayi
Bila bayi mengalami kesulitan meminum susu formula, beri ia susu sedikit demi sedikit dan perlahan. Selalu posisikan kepala bayi di atas setelah minum susu.
5. Perhatikan Usia Bayi
Jangan memberi susu sapi kepada bayi berusia di bawah satu tahun sembarangan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter spesialis anak Anda sebelum melakukan pemberian susu formula kepada bayi dibawah usia 1 tahun. Pemberian susu formula kepada bayi usia dibawah 1 tahun hanya dengan indikasi kondisi dari dokter spesialis anak.
6. Telaten Jenis Susu
Psusu whole milk. Hindari pemberian susu -
7. Hindari Microwave untuk Susu
Hindari menghangatkan botol susu di dalam microwave.  Microwave hanya bisa memanaskan susu sebagian, memunculkan gumpalan yang bisa melukai lidah bayi. Namun demikian microwave dapat digunakan untuk memanaskan air dalam cangkir untuk merendam botol susu supaya tetap hangat.
8. Higienis. Higienis. Higienis.
Pastikan botol dan dot selalu steril dengan merebus di air mendidih selama 5 menit. Hal ini demi kebersihan dan keamanan bayi dari kuman dan bakteri. Tidak ketinggalan cucilah tangan sampai bersih sebelum menyiapkan susu.
9. Cermati Penyimpanan Susu
Bunda bisa menyimpan cadangan susu formula di dalam lemari pendingin. Baca dengan cermat instruksinya tentang jangka waktu penyimpanan. Biasanya 24 jam untuk susu formula bubuk dan 48 jam untuk susu formula instan.


dr. Dewi Ema Anindia
Ditulis oleh:
dr. Dewi Ema Anindia
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com



dranak.com

Populer Dokter Anak

Diberdayakan oleh Blogger.