Support

Minggu, 21 September 2014

, , , , , ,

IBU Menyusui: Kunci Mother-Infant Bonding

dranak.com

Dokter Anak




Tidak perlu diragukan lagi, menyusui telah terbukti memberikan sejuta efek positif bagi si kecil. Menyusui sangat penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil, membentuk kekebalan tubuhya, meningkatkan kemampuan kognitif dan prestasi di sekolah. Namun, menyusui tidak semata-mata hanya memberikan ASI, tetapi juga membentuk suatu proses yang penting, yaitu mother-infant bonding.

Bonding, Mengapa Penting?

Mother-infant bonding (ikatan ibu-anak) merupakan pembentukan hubungan timbal balik secara emosional antara ibu dan si kecil. John Bowlby dengan teorinya yang terkenal mengenai attachment behavior (tingkah laku karena kedekatan) mengatakan bahwa perilaku yang menyebabkan seseorang dekat dengan individu tertentu secara mencolok ditemui pada periode awal kehidupan, terutama pada 9 bulan pertama hingga usia 3 tahun. Di sinilah pembentukan karakter seorang anak berawal. Apabila terjadi gangguan pada proses attachment pada waktu kritis ini, sangat mungkin pada saat dewasa timbul berbagai gangguan tingkah laku, seperti agresif, depresi dan gangguan emosi lainnya.
Mother-infant bonding sebaiknya dilakukan sesegera dan semaksimal mungkin setelah bayi Anda lahir. Mengapa demikian? Terdapat suatu hipotesa yang menyatakan bahwa setelah melahirkan, kandungan hormon oksitosin (hormon penting dalam proses menyusui) pada ibu sangat tinggi dan memicu timbulnya perasaan dan perilaku sayang kepada bayinya. Klaus dan Kennell dalam penelitiannya membandingkan bonding antara ibu yang diberi waktu kontak minimal 16 jam bersama bayinya setelah lahir dengan ibu yang hanya melihat bayinya sebentar setelah lahir, dan menyusui maksimal 3 jam per hari. Hasilnya adalah bonding yang terbentuk antara ibu dan bayi yang diberi waktu lebih untuk berinteraksi segera setelah lahir bersifat lebih kuat dan intens. Hal ini dikarenakan pada golongan ini, para ibu lebih merasa ‘memiliki’, sensitif dan responsif terhadap kebutuhan bayinya. Mereka lebih sigap saat bayinya menangis dan cenderung melakukan banyak kontak mata pada saat menyusui.

Rahasia di Balik Menyusui  

“Breastfeeding isn’t just about milk, it is also about love.” Menyusui tidak hanya semata-mata memberikan ASI saja, tetapi juga membentuk ikatan sayang antara Anda dan si kecil. Suatu studi yang dipublikasikan di Pediatrics mengatakan bahwa ibu yang menyusui langsung lebih sensitif terhadap isyarat bayinya dibandingkan dengan ibu yang menggunakan botol. Ibu yang menyusui juga cenderung lebih sering menyentuh, membelai dan menatap bayinya lebih lama, sehingga secara signifikan mempengaruhi proses bonding. Proses menyusui juga menekan tingkat stres pada ibu. Ketika bayi mengulum puting ibu, otak merangsang pembentukan hormon oksitosin. Hormon ini meningkatkan aktivitas saraf parasimpatis (suatu sistem saraf manusia) yang mengakibatkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung, serta mengurangi efek cemas pada ibu.
Proses bonding saat menyusui tidak terlepas juga dari proses skin-to-skin contact. International Childbirth Education Association (ICEA) mengemukakan bahwa kontak kulit ke kulit ini membantu agar bayi yang mendapat kontak kulit ke kulit juga lebih mudah ditenangkan bila menangis dan cenderung lebih nyenyak dan tenang pada saat tidur. Sang ibu tentunya memperoleh manfaat yang penting dari hal ini, yaitu mempunyai jadwal tidur yang lebih baik sesuai dengan jadwal tidur bayi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bayinya. Manfaat lain kontak kulit ke kulit adalah menjaga kestabilan suhu bayi dan mencegah hipotermi (penurunan suhu tubuh). Proses ini juga mengurangi angka kejadian apnea (henti napas) pada bayi, penurunan berat badan lahir yang tajam, dan mengurangi stres pada saat dilakukan tindakan medis yang menyakitkan.
Semakin lama ibu menyusui, semakin sering juga kontak kulit ke kulit dilakukan. Hal ini menimbulkan efek positif pada masa perkembangan selanjutnya, yaitu mempercepat perkembangan lingual, sosial, motorik kasar dan halus pada usia 1 tahun. Anak juga lebih mudah untuk dilatih toilet training dan memiliki kontrol emosional dan kognitif yang lebih baik. Ibu juga menjadi lebih suportif terhadap bayinya.
ASI memang merupakan nutrisi terbaik untuk bayi di awal kehidupan mereka. Proses menyusui atau skin-to-skin contact melengkapi kebaikan cairan hidup itu. Ibu bekerja sering kali gagal melakukan proses menyusui karena mereka sering hanya berfokus pada ASI saja, padahal proses menyusui tidak kalah pentingnya. Ingatlah selalu, proses menyusui memberikan tiga manfaat: memberi nutrisi terbaik, kekebalan, dan attachment atau stimulasi pada bayi. 
Telah dipaparkan begitu banyak manfaat menyusui bagi Anda dan buah hati. Jadi…. masih ragukah Anda untuk menyusui?

Referensi:
  1. Britton JR, Britton JH, Gronwaldt V 2006. Breastfeeding, Sensitivity, and Attachment. Pediatrics, 118 No. 5: hal 1436 -43
  2. Spinner MR 1978. Maternal-Infant Bonding. Can Fam Physician, 24: hal 1151-3
  3. Else-Quest NM, Hyde JS & Clark R 2003. Merrill-Palmer Quarterly, 49 No. 4: hal 495-517
  4. International Childbirth Education Association (ICEA) 2006. Skin to Skin Contact. Dilihat pada 23 Juni 2014 di
http://icea.org/sites/default/files/Skin%20to%20Skin%20Contact%20PP-FINAL.pdf
Penulis: Jennie Dianita S.
Editor: I.G.A.N Partiwi (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

 sumber IDAI


 salam dr anak
, , , ,

Film Kartun Spongebob Squarepants Apakah Baik Untuk anak anda ?

dranak.com

Dokter Anak  



Hampir tidak ada anak yang tidak mengenal tokoh Spongebob Squarepants, spons laut jenaka dan setia kawan yang tinggal di dalam sebuah nanas di dasar samudra Pasifik. Anak-anak dari usia balita hingga remaja selalu tertawa saat menonton serial televisi Spongebob Squarepants, yang menceritakan tentang kehidupan si spons laut (namun lebih menyerupai spons dapur) bersama sahabat dan tetangganya di suatu kota bawah laut. Karakter-karakter dalam acara ini merupakan makhluk-makhluk laut yang beragam, mulai dari kepiting, bintang laut, gurita, ikan paus, hingga plankton. Cerita di dalamnya memang dipenuhi dengan humor serta kejadian-kejadian yang bisa membuat penonton terpingkal-pingkal, tidak hanya bagi anak-anak kecil namun juga bagi remaja atau bahkan orang tua yang menonton. Para kritikus menyebutkan bahwa cerita dan humor dalamserial kartun ini dibuat secara cerdas karena dapat diterima oleh penonton usia muda namun tidak membosankan bagi penonton yang lebih dewasa. Hal ini lah yang membuat serial televisi ini memiliki rating yang sangat tinggi, tidak hanya di negara asalnya Amerika Serikat, namun juga menjadi salah satu kartun favorit di Indonesia.

Seperti kebanyakan kartun animasi, acara ini memang lebih bertujuan untuk menghibur penonton. Nilai-nilai edukatif kurang menonjol, walaupun memang bisa didapatkan secara tersirat pesan-pesan mengenai kesetiakawanan, kepercayaan diri, serta optimisme. Orangtua perlu mengetahui bahwa walau dalam konteks humor,kartun ini menampilkan adegan kekerasan, perilaku yang buruk, serta adegan yang menakutkan atau menjijikkan, seperti merokok, tokoh yang jatuh dari tebing yang tinggi, tersetrum ubur-ubur, atau anggota badan yang terlepas. Tidak jarang masalah antar-tokoh berakhir dengan penyelesaian secara fisik, dan tidak terlihat adanya konsekuensi yang timbul dari kejadian-kejadian yang di kehidupan nyata bisa berdampak besar, seperti luka berat yang pulih dalam waktu singkat, tokoh yang tidak menunjukkan perasaan sedih atau terluka akibat perkataan buruk tokoh lain, atau gedung terbakar yang dalam sekejap kembali seperti semula. Adegan-adegan seperti ini kurang sesuai ditonton oleh anak-anak, terutama yang masih sangat muda yang belum bisa membedakan antara fantasi dengan kenyataan.

Spongebob 2Spongebob 3
Spongebob 4

Spongebob 5.png







Beberapa contoh adegan yang tidak baik untuk anak-anak.
Humor yang ditampilkan memang sangat beragam dan segar, namun banyak yang bersifat mengejek atau menghina penampilan serta kelemahan orang lain. Remaja atau orang dewasa mungkin memang menganggap hal-hal seperti itu lucu dan terhibur, namun bagi anak yang masih muda dapat memberikan contoh yang kurang baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Faktor-faktor tersebut akhirnya dapat menyamarkan pesan moral positif yang ingin disampaikan oleh acara ini, sehingga pendampingan orang tua sangat esensial saat anak menonton acara ini untuk memberikan penjelasan mana hal yang baik dan mana hal buruk yang tidak pantas ditiru.

Rating Kami
Nilai Edukatif
+*
Mudah Dimengerti
+++
Muatan Kekerasan
+++
Muatan Seks/Narkoba
+
Bahasa Kasar
++
Nilai Keseluruhan

Usia
8 tahun ke atas
*) dengan pendampingan orangtua

Perhatian:
Batasi waktu anak dalam menonton atau bermain game maksimal 1 sampai 2 jam sehari dengan tayangan atau game yang berkualitas.

Wewanti:
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tidak memiliki kerja sama dalam bentuk apapun dengan pihak pengembang tayangan / game yang bersangkutan.

Images courtesy of:
- http://en.wikipedia.org
- http://tvtropes.org
- http://imgur.com
- http://www.youtube.com
- http://schvetbandits.com

Penulis: Fadhli Aulia Mughni
Editor: Amanda Soebadi

 sumber:Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
salam dr anak