Tuesday, May 28, 2013

Filled Under: , , , , , , ,

Memilih Susu Formula

dranak.com



Ketika Istri saya sudah mulai bekerja Asi yang keluar lebih sedikit jadi pada waktu usia Bayi umur 6 bulan sudah dikasih Susu Formula ketika itu saya dan istri saya mencari informasi susu formua yang cocok untuk buah hati, ketika saya bertanya pada dokter anak, ada beberapa jenis susu bayi, ada susu bayi untuk yang kondisi bayi prematur dan ada susu bayi yang kodisi anak sehat, akan tetapi anak lebih baik diberi susu Asi Esklusif disamping Irit dan membuat bayi lebih sehat dan pintar. setiap bayi memiliki kecocokan terhadap susu formula, ada yang dikasih susu formula pencernaannya terganggu, dan ada yang badannya dan pertumbuhannya leblih besar dari yang seharusnya karna bayi lebih sering minum susu formula.




Ketika saya memilih di supermarket akrinya saya memilih produk J Susu Formula  .... untuk Bayi pertama saya, ketika dilihat kandungannya melebihi dari produk susu Formula yang lainnya,  akan tetapi harganya memang lebih mahal dari produk yang lain, saya sebagai Ayah memncoba terus memberikan yang terbaik, setelah saya berikah susu pada anak saya hasilnya anak saya umur 14 bulan berat badannya 11, 8 kg dan tinggi 68 cm , anak saya keliatan besar dan tinggi dari anak seumurannya bahkan seperti umur 2 tahun . saya khawatir dengan kondisi tersebut akan tetapi saya melihat anak saya ideal dari berat nya dengan tinggi badannya.




Teknologi pembuatan sufor (susu formula) boleh dibilang maju pesat; kandungan nutrisinya diiklankan makin mendekati ASI. Apa pun isinya, yang pasti komposisi susu formula harus mengikuti aturan yang dibuat badan dunia yang disebut Codex Alimentarius Comission. Menurut Codex, senyawa tambahan yang telah terbukti secara ilmiah bermanfaat serta aman dikonsumsi bayi adalahDHA, nukleotida dan taurin

“Melengkapi” Codex, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI juga membuat aturan berkaitan dengan susu formula. Dalam Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor HK.00.05.1.52.3572, Juli tahun 2008 yang dikeluarkan oleh KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA Dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, MKes, SpFK tentang penambahan zat gizi dan non-gizi dalam produk pangan, di antaranya adalah:

  • Penambahan Arachidonic Acid (ARA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) pada FormulaBayi wajib memenuhi persyaratan rasio ARA : DHA = 1-2 : 1
  • Kandungan Eicosapentaenoic Acid (EPA) yang mungkin terdapat dari sumber-sumberLong Chain Poly Unsaturated Fatty Acid (LC-PUFA) tidak boleh melebihi kandungan DHA.
  • Sumber DHA dan ARA yang dibolehkan adalah single cell oil dari ganggangCryptocodium cohnii (DHASCO) dan single cell oil dari fungus Mortierella alpina(ARASCO).
Peraturan tersebut juga menyebutkan, informasi tentang kandungan ARA dan DHA hanya dapat dicantumkan dalam informasi nilai gizi. Selain itu, produsen susu formula juga dilarang menambahkan senyawa lutein, sphingomyelin dan gangliosida pada produknya, karena sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan zat itu bermanfaat (klikhttp://www.pom.go.id). 

“Bahkan di negara asal produsen susu formula tersebut, bahan-bahan tambahan seperti itu tidak digunakan,” demikian Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) dari Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik RSUPN Ciptomangunkusumo Jakarta. Lebih lanjut dr. Damayanti mengingatkan, penggunaan zat probiotik dalam susu formula juga sia-sia. “Karena, berdasarkan peraturan WHO (2009), pembuatan susu formula bubuk harus dengan air panas bersuhu 70°C untuk mencegah berkembangnya kuman E. sakazakii. Padahal, suhu 70°C justru merusak kandungan probiotik.”

Sebagai alternatif, Anda dapat memberikan yoghurt sebagai minuman yang mengandung probiotik. Jika bayi masih di bawah setahun, berikan saja yoghurt khusus untuk bayi. Di pasaran dijual yoghurt untuk anak usia 6-12 bulan dengan merek Yoplait ‘Petit Miam”. Di atas setahun dapat diberikan yoghurt berbahan dasar susu biasa.
Perlu diingat:
  • Anak usia di bawah 1 tahun tidak boleh minum susu sapi segar karena kandungan natrium, protein dan elektrolitnya tinggi sekali. Organ ginjal bayi di usia ini belum berfungsi sempurna, sehingga jika dipaksa bekerja keras bisa rusak.
  • Kebutuhan susu anak usia di atas 1 tahun juga bisa dari susu sapi cair (pasteurisasi dan UHT). Komposisi asupan makanan pada anak di usia ini adalah 2/3 dari makanan keluarga dan 1/3 dari susu.


smbr: ayahbunda

0 comments:

Post a Comment