Friday, April 11, 2014

Filled Under: , , , ,

Anak Obesitas Lebih Rentan Miliki Bentuk Kaki 'O'

dr anak.com  

Anak Obesitas Lebih Rentan Miliki Bentuk Kaki 'O'


 Awalnya dianggap lucu dan menggemaskan, anak yang gemuk lama kelamaan bisa obesitas. Bukan rahasia lagi jika obesitas pada anak bisa meningkatkan risiko si kecil terkena berbagai penyakit, misalnya diabetes dan kolesterol. Selain itu, obesitas juga bisa mempengaruhi bentuk kaki anak lho.

Ahli bedah ortopedi anak RSUP Fatmawati, dr Faisal Miraj, SpOT mengatakan bentuk kaki yang melengkung memang normal terjadi pada bayi yang baru lahir. Tapi, hal itu biasanya akan terjadi sampai usia si anak dua tahun. Hal ini dikarenakan tulang ligamen anak masih lentur sehingga bentuk kaki yang cenderung melengkung ke dalam atau membentuk huruf O akan lurus dengan sendirinya, maksimal saat anak berusia 18 bulan.

Jika setelah usia dua tahun ternyata kaki anak masih melengkung maka harus dilakukan operasi. Kaki O merupakan deformitas fisik dengan gambaran tibia (tulang paha) melengkung ke arah lateral yaitu bentuk tulang kaki dari lutut ke bawah berbentuk seperti huruf O dan kerap disebut dengan tibia vara.

"Faktor risikonya adalah obesitas dan sendi lutut yang lemah. Anak yang obesitas apalagi saat berjalan, di sendi lututnya akan menimbulkan tekanan yang lebih besar di tulang kering sisi dalam bagian atas," terang dr Faisal di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (10/4/2014).

Kondisi lain yang bisa menyebabkan kaki O adalah tulang kering bagian dalam yang tidak tumbuh dan tidak diketahui penyebabnya hingga kerap disebut ideopatic. Bisa juga, ketika anak sudah bisa duduk atau berjalan, ia sering duduk bersimpuh atau tengkurap dengan melipat kaki.

Untuk mengatasi kondisi ini, menurut dr Faisal ada dua alternatif penyembuhan. Jika keadaan kaki melengkung ini ditangani lebih dini, dokter bisa melakukan bracing yakni memasang alat bantu seperti korset yang bernama brace dan fungsinya memberi tekanan pada tulang paha (tibia) yang tertekuk hingga menjadi lurus.

Cara itu bisa dilakukan jika sudut kebengkokan tulang berkisar 11-16 derajat. Di atas kisaran itu, maka perlu dilakukan operasi untuk memasang Ilizarov, semacam alat berbentuk ring yang dilengkapi dengan kawat yang nantinya akan dipasang di kaki.

 "Nanti empat kawat yang ada di alat ini disetel sesuai perhitungan dokter, yang menyetel orang tuanya selama masa rehabilitasi. Sehingga, lama kelamaan sudut tulang yang bengkok dan kita patahkan terlebih dulu bisa lurus lagi seiring dengan pertumbuhan tulang," terang dr Faisal.

Selain dengan metode manual, ilizarov juga ada yang menggunakan komputerisasi yaitu Computerized Multiaxial External Ring Fixator yang lebih minimal invasif dan penghitungan posisi kawat dilakukan dengan software sehingga angkanya lebih akurat.
smbr:detik
salam 


dr anak

0 comments:

Post a Comment