Tuesday, April 15, 2014

Filled Under: , , , ,

Gejala Meningitis Pada Anak

dr anak.com  

Meningitis mudah menular, bisa disebabkan oleh bakteri atau virus dan jamur. Jika tak ditangani secepatnya dengan baik bisa mengakibatkan kondisi yang sangat serius, diantaranya tuna ganda, seperti lumpuh dan gangguan mental. 

 

Menular. Meningitis sangat menular, yaitu melalui cairan ludah atau ingus ketika anak bersin, bicara, tertawa maupun batuk dan terhirup oleg orang lain ketika mereka bernapas. Penularan juga dapat terjadi jika balita makan atau minum bersama penderita dari piring dan gelas yang sama. Bahkan, memakai handuk, memegang bekas tisu yang baru dipakai membersihkan hidung, juga bisa menjadi media penularan. Penderita meningitis masih akan menularkan penyakitnya selama mereka masih menunjukkan gejala penyakit tersebut. Bahkan, penderita menagitis yang  penyebabnya bakteri, masih dapat menularkan penyakitnya sekitar 24 jam setelah mereka diberi antibiotik.

Penyebab. Umumnya penyebab adalah bakteri atau virus, kadang-kadang pula disebabkan jamur, protozoa maupun parasit. Dibandingkan dengan meningitis yang disebabkan virus, meningitis yang disebabkan bakteri agak jarang terjadi. Namun, meningitis yang disebabkan bakteri bisa mengakibatkan kondisi yang sangat serius jika tak ditangani dengan baik. Misalnya terjadi tuna ganda, seperti lumpuh dan gangguan mental.

Gejala. Muncul beberapa hari setelah balita menderita batuk pilek, diare dan muntah-muntah, yang merupakan tanda-tanda infeksi bakteri atau virus. Antara lain:
  • Demam (sekitar 39ยบ C)
  • Lesu, lemah dan rewel.
  • Sakit kepala dan mata sensitif terhadap cahaya.
  • Kaku kuduk, kadang-kadang ruam kulit dan kulitnya berwarna kuning serta kejang.
  • Tidak mau makan, atau minum susu.
  • Kedinginan.
  • Menangis menjerit-jerik seperti kesakitan.
  • Ubun-ubun bayi yang masih terbuka mungkin tampak menonjol dan keras.
  • Pada bayi yang mash kecil, gejala-gejala klasik bisa terlihat malas menyusu, serta tampak lesu dan lemah sekali.
Masa inkubasi: 2-14 hari

Penanganan. Begitu balita terdiagnosa menderita meningitis, dia perlu dirawat di rumah sakit. Dengan penanganan yang maksimal, meningitis yang disebabkan bakteri dapat sembuh sekitar 3 minggu. Usahakan balita banyak mengonsumsi cairan dan istrirahat.

Pencegahan:
  • Lakukan imunisasi HiB/pneumokokus.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan yang bersih, terutama sebelum makan.
  • Hindari kontak dengan seseorang yang sedang tampak sakit.
  • Hindari berbagai makanan atau minuman dari piring atau gelas yang sama.

Di Indonesia, serangan bakteri ini juga relatif langka. Kebanyakan kasus meningitis (radang selaput yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang) pada saat ini disebabkan virus, bukan bakteri, dan tidak membahayakan nyawa anak. Meski begitu, tetap saja termasuk kasus darurat karena meningitis bakterial harus tetap disembuhkan.

Tanda-tanda umum:
- pusing
- demam
- leher kaku
- keletihan

Hati-hati bila terjadi demam (yang ringan sekalipun) dan leher kaku. Bila anak mengalami kedua gejala tersebut, cepat-cepat bawa ke UGD.

Bagi bayi dan batita, yang notabene belum bisa bilang kalau lehernya kaku, coba lihat apakah ia kelihatan gelisah, hilang nafsu makan, muntah-muntah, plus demam tinggi. Satu petunjuk: anak terus-terusan gelisah.

"Ketika rewel, biasanya bayi minta digendong dan dipeluk. Namun, hal ini malah membuat si kecil kesakitan karena jaringan saraf tulang belakang sedang meradang," ujar Dr. Shaw. Bayi akan menangis lebih hebat lagi saat popoknya diganti karena merasa kesakitan ketika kakinya diangkat.

Bila Anda sudah memberi obat penurun panas, itu sudah oke. Tetapi, segera hubungi dokter atau cepat menuju UGD begitu Anda menduga adanya gejala meningitis. Jangan tunda hubungi dokter anak, bila si kecil tampak sangat lesu, salah satu gejala penyakit sudah berlanjut.

Di UGD, si kecil mungkin akan disuntik pada celah ruas tulang belakang untuk mendiagnosa adanya meningitis bakterial. Ia juga akan diinfus antibiotika untuk berjaga-jaga kemungkinan kasus yang dideritanya dikarenakan bakteri.

Bila virus yang jadi biang keladinya, anak tetap perlu diinfus bila ia dehidrasi, dan juga mendapat obat-obatan pengurang rasa sakit -- dan penurun demam --, serta diinapkan di rumah sakit selama 1-2 hari. Bila terkena meningitis bakterial, si kecil harus dirawat minimal selama seminggu, sampai meningitisnya hilang.

smbr:ayahbunda & parenting

salam 


dr anak

0 comments:

Post a Comment