Friday, September 19, 2014

Filled Under: , , ,

Memilih Produk untuk kulit Bayi dan Anak

dranak.com



Orang tua seringkali bingung memilih produk yang tepat untuk kulit si kecil. Beragamnya pilihan jenis produk kulit yang beredar di pasaran, seperti sabun, sampo, moisturizer, cologne dsb membuat mereka bertanya-tanya, bolehkah produk ini itu diberikan pada putra-putrinya. 
Penting untuk diketahui oleh orang tua bahwa meskipun struktur kulit pada bayi sama dengan dewasa, tingkat maturitas fungsinya tidak sama. Kulit bayi, terutama yang baru lahir, sangat halus, lembut dan belum diproteksi secara maksimal oleh sistem imunitas tubuh. Berikut akan kami paparkan topik-topik yang penting dalam perawatan kulit si kecil.

Waktu Mandi, Penggunaan Sabun dan Sampo Bayi

  1. Mandi sebaiknya dilakukan setiap hari dengan suhu ruangan >25°C, suhu air 37°C dan tidak lebih dari 5 menit.
  2. Gunakan sabun bayi ringan yang sesuai dengan pH netral kulit (5,5) dengan kandungan parfum dan pewarna yang seminimal mungkin untuk menghindari reaksi sensitisasi. Bahan di dalam sabun juga harus diperhatikan. Jangan menggunakan sabun dengan antiseptik (fenol, kresol), deodoran (triklosan, heksaklorofen) maupun sabun yang mengandung detergen seperti sodium lauryl sulphate (SLS) yang dapat menimbulkan iritasi maupun sodium laureth sulphate (SLES) yang beracun bila terserap kulit si kecil.
  3. Baik sabun maupun sampo bayi umumnya mengandung beberapa jenis surfaktan sebagai bahan pembersih. Untuk sampo, pilihlah bahan surfaktan yang aman untuk mata seperti cocamidopropyl betaine atau natrium lauril propinat.
    

Menghindari Sinar Matahari, Perlukah?

Perlu diketahui bahwa efek buruk dari sinar matahari, seperti sunburn maupun kanker kulit lebih mudah terjadi pada si kecil dibandingkan dewasa, mengingat betapa tipis dan rentannya kulit mereka. Proteksi dapat dilakukan dengan cara:
  1. Hindari paparan langsung maupun tidak langsung sinar matahari pada bayi,  terutama pada jam 10 pagi hingga 2 siang, di mana radiasi sinar matahari sangat kuat.
  2. Lindungi bayi sebisa mungkin dengan berteduh di bawah pohon, payung maupun kanopi kereta bayi. Hal ini dapat mengurangi papar UV hingga 50%.
  3. Pakaikan baju yang tertutup dari bahan katun yang nyaman dan topi berdaun lebar.
  4. Sunscreen aman diberikan pada bayi usia di atas 6 bulan, dengan catatan jenis yang digunakan adalah physical sunscreen yang mengandung titanium oxideatau zinc oxide dengan SPF 30 atau lebih, dan berlabel broad spectrum sertawaterproof. Aplikasikan sunscreen sekitar 15-30 menit sebelum bepergian, dan berenang pada wajah, punggung tangan dan kaki, ujung telinga dan belakang leher. Pemakaian perlu diulang setiap 2 jam. Apabila bayi berusia kurang dari 6 bulan dan tidak dapat menghindari pajanan matahari, pakaikanlah sunscreendengan SPF 15 di pipi dan punggung tangan saja.  

 

Penggunaan Bedak, Minyak dan Parfum

  1. Dalam memilih bedak, utamakan memilih yang terbuat dari bahan mineral seperti talcum karena ringan, lembut dan netral. Cara menggunakan yang benar adalah dengan meletakkan pada telapak tangan kita lalu diusapkan tipis dan merata, terutama pada bagian lipatan yang sudah kering dan bersih. Pastikan bahwa bedak tidak digunakan di daerah selaput lendir dan kulit yang tidak utuh. Hindarkan pemakaian di wajah karena bila terhirup dapat menimbulkan gangguan paru-paru.
  2. Orang tua seringkali mengoleskan minyak, seperti minyak telon dan minyak kayu putih pada bayinya. Kedua jenis minyak ini bekerja dengan cara memperlebar pembuluh darah lokal sehingga timbul sensasi hangat dan sedikit mengurangi nyeri. Akan tetapi, kelompok minyak ini tergolong dalam bahan iritan sehingga pemakaian berlebih dapat menimbulkan ruam kulit.
  3. Penggunaan parfum, baby cologne dan bahan kimia lainnya sebaiknya dihindari pada usia-usia awal karena pada dasarnya kulit bayi mudah menyerap bahan yang dioleskan pada kulit dan mudah teriritasi. Pada dasarnya pakaian bayi dapat dicuci bersama dengan pakaian orang dewasa, namun pastikan bahwa deterjen yang digunakan bebas dari parfum dan zat pewarna.

 

Kapan Pelembab Diperlukan?

Pelembab berfungsi untuk mencegah kulit kering dan memperbaiki barier kulit yang rusak. Pilihlah pelembab berbentuk krim tanpa parfum. Aplikasikan pelembab minimal 2x sehari setelah mandi atau lebih sering bila cuaca dingin, kering atau bayi mengalami eksema.  

 

Adakah Obat Nyamuk Oles yang Aman?

Dalam memilih jenis obat nyamuk, orang tua perlu membaca secara teliti kandungan aktif apa yang terkandung di dalamnya. Umumnya jenis obat nyamuk oles terbagi menjadi 2 kategori, yaitu bahan kimia sintetik dan minyak esensial tanaman. Bahan kimia sintetik yang aman untuk anak antara lain: DEET dan permetrin (untuk anak >2 bulan) dan picaridin (usia >2 tahun); sedangkan minyak esensial tanaman yang diperbolehkan antara lain: minyak citronella/ minyak serai (untuk anak >2 tahun) danlemon eucalyptus extract (usia >3 tahun). Perlu diingat bahwa aplikasi di kulit harus setipis mungkin, dan hindari daerah wajah serta telapak tangan. Pastikan pula ada pembatasan frekuensi pemakaian dan anak tidak boleh mengoles sendiri. 

Referensi:
  1. Ardhie, A. 2013. Perawatan kulit serta kosmetik pada bayi dan anak. Dalam T.L. Sugito, S. Prihianti, R. Danarti & G. Rahmayunita (Eds.), Perawatan Kulit dan Kelamin: Sejak Bayi hingga Remaja (hlm. 28-33). Jakarta: Badan Penerbit FKUI
  2. Zulkarnaen, I. 2013. Penolak Serangga untuk bayi dan anak: amankah?. Dalam T.L. Sugito, S. Prihianti, R. Danarti & G. Rahmayunita (Eds.), Perawatan Kulit dan Kelamin: Sejak Bayi hingga Remaja (hlm. 139-149). Jakarta: Badan Penerbit FKUI
  3. American Academy of Peditrics (2013). Why is a baby at special risk from sunburn?. From http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/bathing-skin-care/Pages/Baby-Sunburn-Prevention.aspx  17 Juni 2014

Penulis : Jennie Dianita Sutanti
Editor : Zakiuddin Munasir

Dokter Anak


salam dr anak

0 comments:

Post a Comment